SHALOOM PARA ERASTUS MINDED

Selamat datang di blogs kumpulan khotbah Pdt. Dr. Erastus Sabdono. Blog ini sengaja saya buat, sebagai penghargaan atas jasa-jasa beliau sebagai dosenku dan bapak rohaniku. "Terimakasih, Pak. Saya bisa seperti sekarang juga karena gemblengan Bapak." Buat teman-teman, selamat menikmati khotbah-khotbah beliau yang keras, pedas, tapi menyehatkan iman kita. Segala isi dalam blogs ini, TIDAK DILARANG untuk dicopy, asal untuk pertumbuhan rohani kita. GBU All....

Senin, 30 Maret 2009

ALFA DAN OMEGA


Ucapan Tuhan bahwa Dia yang awal dan akhir dalam teks aslinya secara hurufiah menggunakan huruf awal dan akhir abjad Yunani klasik. Kemudian ditegaskan bahwa Ia adalah yang awal dan yang akhir (arkhe dan telos). Pengulangan dari Wahyu 1:8 Apa artinya. Maksudnya bisa 2 kemungkinan :

Pertama, dengan perkataan itu Tuhan Yesus hendak menegaskan bahwa Ia adalah Penguasa langit dan bumi. Ia berkuasa atas sejarah dunia, oleh sebab itu Ia berkuasa mendatangkan pembaharuan (Wah 1:8. Ia Maha Kuasa). Dalam Wahyu 21:5 Ia berkata: Lihatlah Aku menjadikan segala sesuatu baru. Tentu baru disini baru positif, baru yang lebih baik. Bila kita mengamati kisah-kisah Natal dapat kita temukan bahwa setiap individu yang berjumpa dengan Yesus pasti mengalami pembaharuan. Inilah berkat Natal itu; Gembala di Efrata yang menjumpai bayi Yesus memperoleh sukacita (Luk 2:20, mereka bersukaciata). Orang Majus dari Timur setelah berjumpa dengan Yesus mereka memilih jalan lain. Jalan lain ini memang harafiah tetapi dibalik yang harafiah ini ada fakta rohani dimana mereka tidak lagi mendengar suara herodes dan kompromi. Mereka tidak lagi melihat bintang sebagai tanda dan petunjuk kehidupan tetapi mereka dapat menemukan suatu akses berkomunikasi dengan Allah yang hidup. Benar apa yang dikatakan oleh Paulus dalam 2Korintus 5:17, didalam Dia menjadi ciptaan yang baru. Pembaharuan diawali dalam hidup individu atau pribadi selanjutnya pembaruan secara fisik akan terjadi pada wakti kedatanganNya (Wah 1:8). Berbahagilan orang yang telah mengalami pembaharuan maka ia akan memperoleh kemuliaan bersama dengan Dia. Ia yang berjanji setia, tidak akan berubah.

Kedua, dengan perkataan tersebut (bahwa Ia yang awal dan yang akhir, Alfa dan Omega) Tuhan menunjukkan bahwa adalah sumber dan tujuan kehidupan. Dalam Wahyu 21:6, Ia berkata : Bahwa Ia adalah Mata Air Kehidupan. Itulah sebabnya Yesus berkata : Barang siapa haus baiklah ia datang kepadaKu (Yoh 7:37). Di Palungan hina itulah manusia menemukan sumber dan tujuan kehidupan. Jadi jika seseorang telah bertemu dengan Juru Selamat maka hidupnya pasti berbeda, pasti berubah. Ini terjadi dalam kehidupan orang yang sungguh-sungguh menerima dan menyambut berkat Natal dengan benar. Mengapa dikatakan demikian, sebab ternyata banyak orang yang tidak menyambut berkat Natal dengan benar. Perhatikan apa yang dikatakan para malaekat di Lukas 2:14, manusia yang berkenan kepadaNya. Tidak semua orang berkenan kepadaNya. Tenbtu tidak kebetulan kalau ternyata dari banyak kelompok dan pihak yang mendengar berita Natal hanya sekelompok kecil yang bertemu Mesias (Ahli-ahli torat yang menunjuk kota Bethlehem sebagai kota kelahiran Mesias, semua penduduk Yerusalem yang gempar, Herodes dan semua isi istana, orang majus dan gembala). Kita harus memperhatikan bagai ciri khusus atau karakter kelompok yang menerima berkat natal yaitu gembala dan orang majus.

Sikap yang harus dimiliki adalah merasa sungguh-sungguh membutuhkannya. Didalam Lukas 2:15-16, begitu malaekat memberi berita mereka lantas cepat-cepat menuju Bethlehem. Mereka menuju Bethlehem karena bayi itu bukan motif lain. Orang Majus memiliki komitmen yang kuat untuk bertemu dengan bayi Yesus. Memahami benar bahwa bintang itu menunjuk Raja orang Yahudi yang lahir, membayar biaya perjalanan,menempuh bahaya perjalanan, tetap tidka tersandung oleh sikap Herodes, ahli torat dan penduduk Yerusalem, tetap menyembah anak itu sekalipun anak itu secara lahiriah tidak menunjukkan atribut seorang raja.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar